Initial Here Arrow

example tissue reactions to suture materials in skin biopsies from

:

Initial Here Arrow Lewat pembaruan ini, Gmail dapat memindai lampiran gambar yang dianggap memiliki informasi sensitif. Story Insta Pinterest

Diterbitkan 03 Maret 2016, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Product Evaluation CloneAGC, Jakarta - Google telah mengumumkan beberapa fitur keamanan baru Oline Class Post untuk segmen pengguna korporasi. Raksasa mesin pencari tersebut merilis pembaruan pertama untuk fitur Data Loss Prevention (DLP) yang dirilis pada tahun lalu, untuk pengguna Google Apps Unlimited.

Mengutip informasi dari laman Tech Crunch, Kamis (3/3/2016), lewat pembaruan ini Gmail untuk pebisnis dapat memindai informasi yang menggunakan pengenalan karakter optikal.

Artinya, Gmail dapat memindai lampiran yang berpotensi memiliki informasi sensitif, seperti nomor kartu kredit, SIM, serta kata-kata rahasia.

Sebenarnya, DLP sudah memiliki kemampuan untuk memindai lampiran, tapi sebelumnya fitur ini tidak dapat memindai lampiran yang berupa gambar. Dengan pembaruan ini DLP dapat memindai gambar yang dianggap penting, sekaligus memungkinkan administrator mengatur email yang diperlukan. Lip Shaped Business Cards

Ai IG Post Baca Juga Apple New Phone Launch

  • Oppo Segera Luncurkan Ponsel Berkamera 21MP
  • Resmi Gandeng Alcatel, Ini Ambisi Nokia untuk Indonesia
  • Bocoran Huawei P9 Nongol Lagi, Punya 2 Kamera Belakang

Business Cards With Social Media Icons Selain pembaruan untuk fitur DLP, Google juga merilis fitur detektor konten yang memudahkan administrator memindai email secara personal. Tak hanya itu, administrator juga dapat mengatur kriteria detektor sesuai kebutuhan perusahaan.

Lewat pembaruan ini, administrator Gmail juga dipermudah untuk mengatur email bergantung pada peraturan yang dilanggar. Dengan demikian, perusahaan dapat mengarantina email yang dianggap telah melanggar batasan yang ditentukan.

Sekadar informasi, fitur DLP sendiri merupakan fitur untuk pebisnis yang mampu 'mengatur' jenis informasi yang dianggap sensitif. Jadi, fitur ini akan secara otomatis menyaring informasi yang bisa masuk dan pergi dari firewall perusahaan melalui email.

(Dam/Cas) Apple Product Launches During Covid