Compare Cash Back Cards

mashina o yinlar

:

Compare Cash Back Cards Prada SJ saat ini telah dilimpahkan ke Pomdam Cenderawasih di Jayapura untuk penyelidikan lanjutan. Instagram Is Launched

Diterbitkan 21 September 2015, 21:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Apple Product Development CloneAGC, Jayapura - Kodam XVII/Cenderawasih mengklaim telah menahan Prada SJ, anggota Yonif 752/Vira Yuda Sakti, Sorong. Prada SJ diduga sebagai pelaku News Graphics Templates ibu dan 2 anaknya di Day Care Slogan.      

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan, Prada SJ saat ini telah dilimpahkan ke Pomdam Cenderawasih di Jayapura untuk penyelidikan lanjutan.

"Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Pengembangan kasus tersebut terus dilakukan, tetapi kami  masih mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kerja sama semua perlu dikedepankan," kata Hinsa di Jayapura, Senin (21/9/2015).

Prada SJ terancam dipecat sebagai angota TNI dalam kasus ini, apalagi hukum militer lebih berat dari pidana umum, bahkan Prada SJ bisa dikenakan pasal berlapis.

"Ada dugaan Prada SJ sebelum melakukan aksinya sempat pesta miras dengan 5 warga sipil dan kemungkinan ada pengaruhnya dengan miras. Penyelidikan terus berkembang dan kita akan lihat kelanjutannya dan ada kemungkinan keterlibatan orang sipil," ujar Hinsa.

Menurut Hinsa, ketika terbukti kasus ini melibatkan Staples Printing Business Cards, maka pihaknya akan memproses sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan berlaku. Pihaknya akan memberi hukuman berat, tetapi semua itu perlu pembuktian dengan barang bukti yang lengkap menunggu proses penyelidikan yang sekarang sedang berjalan.

Sekarang ini Kodam telah bekerja sama dengan Polri untuk membantu melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.  

"Kita serahkan kasus ini sepenuhnya kepada kepolisian, dan apabila ada keterlibatan oknum TNI maka yang bersangkutan akan diproses dan diberikan Product Release Logo. Kami tetap memberikan dukungan kepada polisi dalam mengungkap kasus ini dan akan membantu dalam proses penyelidikannya," tegas Hinsa.

Sebelumnya pada 25 Agustus lalu, 3 orang menjadi korban pembunuhan di rumahnya di Distrik Sibena, Bintuni. Ketiganya adalah Ferly Dian Sari (26 tahun) seorang ibu rumah tangga dan 2 anaknya Kalistas Putri Natali (7 tahun), dan Andika Wirata (3 tahun). Ketiganya ditemukan tewas pada 27 Agustus lalu, atau 2 hari setelah kejadian. Ferly dan 2 anaknya menderita luka bacokan benda tajam. (Ron/Ali) Unsecured Credit Cards For Poor Credit

Best Credit Cards With No Annual Fee Baca berita terkini dan terpercaya di Product Launch Campaign Road Map Cute Book Background